1. text

    Mengendalikan Sifat Egois

    Bohong kalau manusia nggak punya sifat egois

    Semua orang punya, tapi tergantung bagaimana mereka mengendalikannya. Dan aku bener-bener kagum sama orang yang bisa ngendaliin sifat egoisnya, mengesampingkan egonya, peduli sama orang lain, empati sama orang lain, ngerti kondisi orang lain, peka.

    Egois. Mau menang sendiri. Si ‘Yang penting gue’.

    Seriusan, aku nggak ingin jadi orang yang kayak gitu. Yang nggak peduli sama keadaan orang lain, yang mentingin kepuasan diri sendiri, ketenangan diri sendiri. Yang saat aku ngerasa butuh seseorang karena kondisi aku lagi down banget, seseorang itu harus ada buat aku, tanpa aku tau kondisi dia kayak apa, lagi sibuk, atau lagi sakit.

    Hampir aja aku kepeleset, kepeleset jadi orang yang egois. Bukan egois secara umum sebenernya, tapi egois ke ‘si satu orang itu’ aja. Heran, saat temen deket aku bilang “kamu adalah yang paling sabar dan paling nggak egois diantara kita” kenapa aku rasanya malah egois ke ‘si satu orang itu’? Untungnya sentilan dari Allah ngebangunin aku. Egoisnya cuma sempet mampir di pikiran aja, nggak sampai direalisasikan menjadi sebuah sikap terhadap ‘si satu seorang itu’.

    Aku ngerasa bersalah sama orangnya, meskipun dia juga nggak akan tau kesalahan apa yang aku bikin. Dan yang paling penting aku ngerasa salah sama diri sendiri. Aku hampir aja kalah, kalah sama ego sendiri.

    Maaf, maaf, maaf…

    Aku nggak mau ngerugiin orang lain hanya karena aku nggak bisa ngendaliin ego diri sendiri.

    Bismillah, semoga kita bisa perbaiki kesalahan-kesalahan kemarin :) 

About

cahaya bintang akan tetap menuntunmu dalam gelap saat purnama telah usai...

Search

People I follow